LIFE REPORT

LIFE REPORT

Kamis, 05 Juli 2012

Dinamika ip or ipk

          Ketika Uas selesai, yang terpikirkan oleh tiap mahasiswa adalah 'nilai'. Ada yang ribet mengkalkulasi nilai dan target nilai yang harus dicapai, ada yang sampe sakit mikirin nasib nilainya, tapi ada juga sih yang santai dalam menghadapi keadaan tersebut.
         Biasanya nilai -nilai sudah keluar itu bikin was-was loh. Ketika ada info bahwa salah satu nilai telah keluar, biasanya ada yang langsung buru-buru buka krs, tapi ada juga yang tidak melihatnya dulu sampai semua nilai benar-benar keluar di krs. Responnya sangat beragam. Namun ada saja respon yang kurang baik dan tidak boleh ditiru, misalnya ketika mengetahui nilainya superior alias dapet A, kadang ada aja yang suka  lebay mengekspresikan kesenangannya. Berkoar di twitter, facebook lah, tapi sebenernya ga pamer secara eksplisit. Tepatnya pamer secara implisit. Saya gatau itu bentuk rasa senang atau bukan, yang pasti sebaiknya hal itu tidak boleh dilakukan. Bagaimana kalau twitnya terlihat oleh teman-teman yang nilainya tidak A? Sebagian besar dari mereka mungkin akan merasa kecil hati. Jadi sebagai insan yang menghormati setiap makhluk di muka bumi ini, kita harus menjaga sikap dan omongan. Bisa jadi hal itu dapat menyakitkan hati orang lain.
            Jujur saja, saya sendiri sangat terkejut dengan peningkatan prestasi di semester 4 ini. Tapi saya ga terlalu mengeksposnya di jejaring sosial karena biar saya, orang-orang terdekat saya, dan Allah swt saja yang tahu. 
            Saya tahu ip atau ipk itu bukan segalanya, tapi ip atau ipk itu bisa jadi merupakan jalan atau akses kesuksesan kita. Misalnya, untuk mendapatkan beasiswa. IPK sangat sangat berpengaruh untuk mendapatkan beasiswa karena tak jarang persyaratan beasiswa minimal harus memiliki ipk sekian sekian dan sekian. Contoh yang lain, ketika kita melamar pekerjaan tak jarang pula suatu instansi atau kelembagaan mensyaratkan ipk sekian dalam persyaratan calon pekerjanya. IPK bisa jadi menjadi tidak penting ketika kita memilih untuk berwirausaha. Siapa yang peduli ipk yang kita punya, toh tidak akan berpengaruh terhadap usaha yang dijalani. yang terpenting itu kan memiliki jiwa wirausaha dan mmiliki jiwa kepemimpinan bisnis. 
           

Minggu, 17 Juni 2012

Happy Father's Day



DAD,
When i was born,
You were there to catch me when i fall, whenever and wherever.
When i said my first words,
You were there for me,
to teach me the whole dictionary if need be.
When i took my first steps,
You were there to encourage me on.
When i had my first day at school,
you were there to give me advice and help me with my homework.
I still havent finished school,
or walked down the aisle, or had my first child.
But i know you will be there for me through all these times and more, the good and bad.
So i just wrote this to say 'I LOVE YOU DAD!!!'



Mungkin puisi di atas tidak dapat mendeskripsikan semua kebaikan bapak.

Bapak, yang mengajarkan saya untuk sholat, ngaji, bahkan beliaulah yang membuat anak satu-satunya ini yang pada saat itu baru kelas satu SD bisa tamat puasa selama sebulan penuh. 

Bapak memang tidak banyak berkata-kata. Bahkan marah pun tidak pernah ia luapkan dengan cara yang kasar. kalau mengirimkan pesan singkat, bapak selalu selalu dan selalu mengingatkan anaknya ini untuk selalu ingat dengan Tuhan-Nya. Bentuk perhatian yang simpel, tapi sangat bermakna.

Itulah bapak.

Setiap hari adalah Father's day buat saya, karena rasa sayang saya untuk bapak tidak akan terputus sampai kapanpun.

Sabtu, 26 Mei 2012

Inget Kata-kata mamah.

Masih inget kata-kata mamah saat nenangin hati saya. Ketika itu saya ada masalah dengan salah satu sahabat saya. mamah bilang, "tong ngarep kana kaasih jalma, ngarep mah kana kaasih Allah". Dan itu menjadi penyemangat buat saya dan akan saya inget sepanjang waktu.

Jumat, 25 Mei 2012

B I O F A R MA K A

Apakah yang terlintas di benak kalian jika mendengar kata biofarmaka?
Mungkin ada yang tahu ataupun bahkan tidak tahu sama sekali istilah tersebut.
Secara harfiah, bios artinya hidup dan farmaka artinya obat, jadi dapat diartikan bahwa biofarmaka adalah obat yang berasal dari sesuatu yang hidup. Yang dapat dimanfaatkan dari tumbuhan bifarmaka adalah daunnya, rimpangnya, buahnya, bijinya, dan akarnya. Beruntunglah kita tinggal di negara Indonesia. Menurut sumber terpercaya, Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan, dimana 940 spesies diantaranya termasuk tumbuhan berkhasiat obat. Dari jumlah tersebut, 180 spesies telah dimanfaatkan oleh industri jamu tradisional. Woow, dengan jumlahnya yang begitu banyak seharusnya kita dapat memanfaatkan kekayaan itu dengan sebaik mungkin. 

Pada praktikum Agribisnis Non Pangan beberapa minggu kemarin, kelompok kami membahas mengenai sektor pengolahan dan minat konsumen terhadap produk biofarmaka Indonesia. Tapi, materi diskusi yang dibahas adalah "Bagaimana Meningkatkan Kesejahteraan Petani Jahe".

Tahu nggak sih? jahe merupakan komoditi biofarmaka yang paling banyak diekspor oleh negara kita loh. Jahe itu ada 3 macam, jahe putih besar (jahe gajah), jahe putih kecil, dan jahe merah. Tanaman ini sangat berkhasiat untuk tubuh kita, terutama untuk menghangatkan badan. Selain itu, jahe juga dapat mengobati beberapa jenis  penyakit. namun pada kenyataannya, perkembangan agribisnis jahe ini terhambat. Ada beberapa kendala yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya:
  1. Sumber daya manusia yang kurang. Produksi jahe di Indonesia saat ini tidak terlalu banyak. Hal itu disebabkan kurangnya minat masyarakat untuk menanam jahe. Mereka mungkin tidak tahu nilai ekonomi dari jahe, kemana mereka akan memasarkan jahe, dan sebagainya. Sehingga tidak heran jika hanya sedikit saja petani yang terjun dalam dunia jahe.
  2. Keterampilan tradisional. Sebagian besar petani jahe melakukan cara penanaman secara tradisional. Menurut salah satu praktikan, mutu jahe yang dihasilkan saat ini kurang memenuhi standar kualitas karena bibit jahe yang dipakai oleh petani tidak unggul dan hanya mengandalkan bibit yang dipakai secara turun temurun. Induknya saja sudah tidak bagus, apalagi anakannya.
  3. Memposisikan (motif bisnis) jahe sebagai usaha sampingan. Adapun motif dari sebagian petani jahe saat ini tidak memposisikan budidaya jahe sebagai mata pencaharian utama, melainkan sebagai mata pencaharian sampingan. Oleh karena itu, petani tidak terlalu fokus dalam budidaya jahe tersebut.
  4. Kepemilikan lahan. Kepemilikan lahan penanaman  jahe saat ini 97% adalah perkebunan rakyat. Tapi sayangnya lahan yang mereka miliki biasanya hanya berkisar 0,2 sampai 1 hektar saja. Ini merupakan masalah yang paling krusial.
Terlepas dari hal di atas, pemerintah juga kurang memperhatikan kesejahteraan petani jahe, terutama dalam masalah subsidi pupuk. Padahal prospek pengembangan jahe sangat menjanjikan. Apalagi dengan adanya tren di masyarakat yang back to nature. 

Petani jahe bisa sejahtera? Tentu saja bisa. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:
  • Pengorganisasian (Gapoktan). Kendala utama dalam hal ini adalah kepemilikan lahan. Umumnya petani yang luas lahannya kurang dari 2 hektar sulit untuk memasarkan jahenya dikarenakan pembeli mau membeli jahe namun dalam skala besar. Sehingga pembentukan gapoktan jahe perlu dilakukan agar petani dapat memasarkan produknya melalui gapoktan, memudahkan akses informasi, memudahkan dalam penyediaan pupuk sehingga lebih terorganisir.
  • Kebijakan (Isu), edukasi masyarakat. kurangnya gebrakan mengenai jahe membuat kurang eksisnya jahe di lingkungan masyarakat. Oleh karen itu diperlukan kebijakan pemerintah yang menganjurkan masyarakatnya mengkonsumsi bentuk olahan jahe yang kaya akan khasiat ini.







Sabtu, 12 Mei 2012

Untuk Kesekian kalinya dan Semoga untuk yang Terakhir Kalinya

Ini bukan semacam hopeless atau apa, ini adalah realita.
Saya berjanji ga akan galau lagi gara-gara "Mr. A"
Saya ga mau terpuruk lagi gara-gara itu.

Saya musti lebih teliti lagi dalam menangkap sinyal harapan dari seorang cowok.
yang begonya, saya suka menganggap apa yang dilakukannya adalah untuk saya.
Karena mungkin aja kita hanya salah persepsi.

Sekarang terserah kamu.
Semoga kamu bisa lihat posting ini.

Jumat, 11 Mei 2012

Allah SWT telah Membuka Mata Hati dan Pikiranku Setelah Kejadian Itu

Alhamdulillah Ya Allah swt, aku telah bermetamorfosa menjadi manusia yang tau apa artinya berlapang dada. menyadari bahwa "aku tidak selalu di atas".
Telah banyak permasalahan yang aku lalui dan rintangan yang datang tiada henti, namun berkat Rahmat dan Rahim dari-Mu aku dapat seperti ini. Aku ingin terus seperti ini Ya Rabb.

Teringat masa-masa dimana aku harus berjibaku dengan permasalahan hidup yang pelik. Awalnya aku rapuh, karena aku belum menyadari apa artinya "ikhlas". ikhlas menerima semua pelajaran hidup yang Engkau berikan. Walau aku harus merasakan betapa sakitnya difitnah, dibohongi, dimusuhi, dikucilkan. Namun disanalah terdapat Rahmat-Mu. Engkau hadirkan orang-orang yang begitu menyayangiku dengan sepenuh hati.

Terima kasih untuk....
Allah SWT yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Mahaesa, dan Maha Pencipta.

Terima kasih untuk....
Orang tuaku tersayang tercinta terbaik sedunia. Aku bangga punya orang tua seperti mereka. Selain melindungi, menyayangi, bahkan mereka mendidik aku untuk menjadi anak yang shalehah dan berguna bagi orang banyak. mereka tidak mengekang aku. Ya Allah SWT, terima kasih telah menganugerahkan orang tua yang begitu mencintaiku.

Terima kasih untuk.....
Saudaraku yang selalu mendukungku dan memberikan cinta yang begitu hangat untukku. Terima kasih telah menemaniku yang kesepian ini. kalian telah membuat aku merasa berharga. Kalian selalu menghiburku disaatku senang maupun sedih. I LOVE U.

Terima kasih untuk.....
Sahabatku tersayang, aku selalu ingin dekat dengan kalian. Terima kasih kalian selalu mendampingiku dan selalu mengerti aku. Terima kasih Astrini, Elvina, Cici, dan nabila. kalian selalu membuatku kuat di tengah keterpurukanku.

Terima kasih untuk.....
Rumi Alkindi Ednawan S., terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu yang tulus. Disaat orang lain mengacuhkanku, menjauhi, bahkan tidak mempercayaiku, kamu hadir dan selalu ada mendampingiku. Meskipun kebersamaan kita hanya sekejap saja, aku akan selalu mengingat kebaikanmu. Aku yakin bahwa perpisahan kemarin memang yang terbaik untuk kita.

Aku bangga menjadi bagian dari mereka.

Minggu, 06 Mei 2012

Sadar Dong, Sadar.

HeLLLLLLooooooo ica
Kenapa harus parno?
Kenapa harus cemburu ketikaa dia bareng-bareng sama orang lain?
Punya hak buat marah? nggak.

Kenapa harus malu kalo ketemu sama dia?
kenapa harus berpaling muka?
Dia bakalan ngerasa aneh kalo sikap ica kaya gitu teruuuus.

maumarahteriakteriakcampuraduk #SIGH