LIFE REPORT

LIFE REPORT

Kamis, 14 Agustus 2014

Berkerudung A La Aku

Sekarang banyak banget macem-macem kerudung di pasaran, mulai dari bahannya, warnanya, bahkan model-modelnya pun berbeda. 

"You are what you wear"
Yap, that's true. Kerudung yang kita pakai pun bisa mencerminkan identitas kita. Contohnya, gaya berkerudung yang berbeda di beberapa negara seperti Turki, arab, bahkan Indonesia. Semua punya ciri khasnya sendiri. 

Mau sharing gaya berkerudung a la aku yang disesuain sama jenis kerudungnya dan yang biasa dipake sehari-hari atupun acara-acara tertentu. Cekidot

1. Kerudung Paris Polos


Kalo pake kerudung paris polos, biasanya gaya kerudung yang paling simple adalah seperti diatas. Biasanya saya pake gaya kerudung seperti diatas kalo ke kampus, olahraga, ataupun main. Biasanya juga saya pake inner ninja anti tembem supaya ga menerawang. soalnya kan kerudung paris yang beredar di pasaran rata-rata menerawang. Ada juga nih gaya berkerudung paris polos yang biasa saya pake



Naaaaah 2 gambar di atas ini contoh cara pake kerudung paris polos yang lebih formal. Biasanya saya pake ke acara-acara formal. Contohnya ke kondangan, acara kampus, atau acara formal lainnya. 


2. Kerudung Segiempat Motif




Kalo untuk jenis kerudung segiempat motif, saya lebih nyaman pake gaya yang simple seperti di atas. Alasannya sih karena kerudungnya udah bermotif jadi gaperlu dimacem-mecemin lagi, nanti malah keramean.

3. Shawl Cerutti


Shawl cerutti yang bentuknya persegi panjang memudahkan kamu yang kreatif untuk mengkreasikan gaya berkerudung kamu. Saya sih lebih suka gaya kerudung yang simple dan pastinya nutupin bagian dada. Saya juga lebih suka pakeinnya yang nutupi leher seperti gambar di atas.

3. Shawl Motif




Sama halnya kayak shawl cerutti polos, saya juga lebih suka pakein shawl motif yang menutupi leher. Simple.  Apalagi kalo dipake buat acara-acara outdoor atau informal. Ada juga nih cara pakein shawl motif yang cocok dipake ke acara pesta-pestaan atau inagurasi.




Buat kamu yang punya bentuk wajah yang agak bulat seperti saya, pake headband merupakan salah satu cara menyamarkan kebulatan wajahmu. Apalagi kalo pake shawl motif. Jangan lupa pake headband dengan warna senada kerudung kamu. 

Taraaaaaa itulah semua gaya berkerudung yang biasa saya pake. Sangat wajar kalo gaya berkerudung tiap orang bakalan berbeda, asalkan yang pakenya nyaman ya ga masalah. Selamat berkreasi dengan kerudung kamu. Eits jangan lupa, harus tetep syar'i yah. (ANM)



Sabtu, 09 Agustus 2014

perbedaan

Entah kenapa pemilu presiden kali ini ngerasa capek banget. Capek hati lihat calon pilihan saya yang selalu digunjing-gunjing lawan. Capek lihat temen sendiri yang udah kelewatan jahatnya (mulut, kata-kata maupun tulisannya) dan lain lain.

Baiknya adalah, saya ngerasa saya lebih partisipatif daripada pemilu sebelumnya. Saya beruaha mencari tahu hal-hal kecil sampai yang besar yang menyangkut presiden pilihan saya. Saya merasa puas dengan apa yang saya pilih. Saya merasa saya tidak salah pilih. ga ada rasa sesal karena saya pilih calon yang berdasarkan keputusan KPU dinyatakan kalah.

Barusan denger ceramahnya Aa Gym tentang pilpres. Kebetulan  beliau ini jadi korban cacian salah satu pihak lawan karena beliau disinyalir menepi ke kubu salah satu calon, calon pilihan saya juga. kalau saya jadi aa gym mungkin saya udah pidanain tuh bapak Wi*mar  Witoe*lar yang udah ngejelek-jelekin aa gym. Maha Suci Allah SWT yang memberikan kesabaran ekstra untuk aa gym, beliau sama sekali tidak menindaklanjuti perkara itu. Beliau menuturkan bahwa tidak salah kalau pilihan kita berbeda, karena ilmu kita atau pengetahuan kita juga berbeda. Wajar apabila beliau memilih salah stu calon, toh semua orang juga memiliki hak yang sama kan?

Menurut Aa Gym, ketika kita dihadapkan pada pebedaan pilihan, jangan anggap orang yang berbeda dengan kita dianggap musuh oleh kita. Anggap saja itu sebuah proses hidup, proses pembelajaran untuk menghormati pendapat atau pilihan orang lain.

Satu pernyataan beliau yang paling saya ingat adalah, "pemilu saat bulan ramadhan harus kita sambut dengan suka cita, tetapi sayangnya banyak yang tidak menyadari kekhilafannya dalam menjaga lisannya". Kata-kata beliau pernah saya posting di akun facebook saya sebelum pemilu berlangsung. Berarti, ga cuma saya aja kan yang merasa terganggu??????

kalo semua harus sama, ga asik dong. Ga ada yang bisa kita pelajari, ga ada yang bisa kita lihat kekurangan dan kelebihannnya. Ga usah memandang segala sesuatu itu harus sama dengan kemauan kita, karena isi kepala kita pun berbeda-beda.(ANM)

Sabtu, 26 Juli 2014

Thanks for a very quick happiness

for me, love is precious, substatial thing. I won't share my love with people who doesn't appreciate the greatness of love.

Love makes you feel like flying, it's true! No wonder you have soo many trouble, love makes you in good mood. 

Im including a women who hard to fall in love with a men. I need more more time to love someone. For me, love need process and the chosen ones is the one who patient through the process. Unfortunately, no one can wait.

Recently, i met someone who make me feel comfort, care, cherished by my mom and my family. But how unlucky im. That feel comes when he try to let me go. What a feel. I feel like i cant hit my arrogance to receive one easily. But, it's my character, it's naturally and i can't to handle this. If you are more patient, maybe it wouldn't be happen.

Thanks for a very quick happiness. 



Tipe Temen Versi Aku

Terinspirsi dari gambar yang tersebar di path, saya pengen nulis tentang tipe temen versi saya. Selama 22 tahun, saya udah mengenal beberapa tipe temen.

Pertama, tipe temen yang cuek. Untuk hal ini saya sering sih nemuin temen yang karakternya cuek. Mulai dari cuek dalam hal penampilan, cuek untuk tidak bergosip, dan cenderung apatis sama hal-hal yang dianggapnya kurang penting. Berhubung saya kuliah di IPB yang nggak ngota banget, wajar aja kalo mahasiswanya berpenampilan yang cenderung cuek dan ga seperti mahaiswa di perguruan tinggi lain. It's oke laaaah. fashion is democracy. Wear the things that makes you comfort. 

Kedua, tipe temen perhitungan. Untuk yang satu ini, perhitungannya dalam banyak hal. Misalnya perhitungan dalam masalah uang, perhitungan saat minta tolong, dan sebagainya. Sebenernya kalo perhitungan dalam hal uang sih wajar ya. Kalo nggak, ntar ditagih di akhirat gimana? berabe toh? yang paling sering sih perhitungan minta tolong. "gamau nolongin ah, dia mah ke aku juga gapernah nolongin". "nanti kamu kasih/kirim bablababla ke aku yaaa, ntar aku juga bakalan kasih/kirim ke kamu". Harusnya sih harusnya kalo mau nolong mah ya nolong aja. Kalo ga dibales sama yang minta tolong, pasti bakalan dibales sama Allah SWT kok, percaya. Asalkan ikhlas.

Ketiga, tipe temen super rempong. kalo tipe ini sih tipe aku bangeeeeet hahahaha. Biasanya nih kalo yang tipe ini tuh selalu meras kurang puas terhadap sesatu. Jadi, mereka akan prepare seeee komplit mungkin supaya apa yang mereka pingin itu bisa terlaksna sempurna. Negatifnya sih nyusahin diri sendiri dan bisa bisa nyusahin orang hehehe. Positifnya sih orang tipe kaya gini tuh punya persiapan yang matang terhadap sesuatu dan bisa memperkirakan kebutuhan atau kemungkinan yang bisa terjadi. Elaaaaaaa.

ini sih versi aku, kamu????? (ANM, 2014)


Rabu, 09 Juli 2014

Munajat Cinta???

Ya Allah SWT, aku hanya manusia biasa
Aku bukan wanita yang setiap saat berdzikir pada-Mu
Aku bukan wanita yang telah menyempurnakan auratku
Aku bukan wanita yang sempurna dalam bertutur kata maupun bertingkah laku

Tapi Ya Allah SWT, aku meminta pada-Mu
Berikan aku imam terbaik untukku
Berikan aku pendamping hidup yang Kau anggap baik untukku

Ya Allah SWT, aku tahu diri
Bukan imam baik rupa yang aku harapkan
Bukan imam yang bergelimangan harta yang aku inginkan
Aku hanya meminta imam terbaik yang Kau pilihkan untukku kelak

Ya Allah SWT, aku hanyalah makhluk-Mu yang lemah
Tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan dan rahmat dari-Mu
Berilah aku petunjuk untuk mencapai keridhoan-Mu
AAAMIN YAA ROBBAL ALAMIN

Sabtu, 05 Juli 2014

Finally


Finally, sekarang saya udah jadi alumni IPB. Akhir bulan kemarin jadi peristiwa bersejarah dalam hidup saya, karena empat tahun yang lalu, di bulan yang sama, saya duduk untuk pertama kali di gedung graha widya wisuda dan berjanji dalam hati bahwa kelak empat tahun yang akan datang, saya akan duduk di gedung ini dengan mengenakan toga tanda kelulusan saya. In sha Allah janji itu saya tepati.

Perjuangan buat dapetin itu semua ga gampang. Mulai dari matrikulasi yang horor, masa tingkat persiapan bersama yang penuh dengan shocking therapy, masa-masa di  agb dengan segala dinamikanya, dan the amazingly skripsi yang bikin ga enak makan sekaligus susah tidur. Setelah semuanya terlewati, kenapa jadi kangen saat-saat itu ya? Aneh

Berawal dari survei tempat buat penelitian. Pada salah satu jumat pagi di bulan Desember, saya dengan nekatnya pergi sendirian ke Pangalengan. Niatnya pengen memastikan apakah penelitian saya itu bisa dilakukan apa nggak. Akhirnya pas nyampe disana, saya langsung betah banget. Udaranya dingin sedingin di rumah saya. Orang-orangnya ramah pula. Ah jadi semangat deh!

Setelah Proposal rampung, akhirnya di akhir bulan Januari saya mulai penelitian. Lumayan melelahkan sih karena saya musti bolak-balik ke Pangalengan. Yang jadi pelipur lara adalah wisata kuliner setelah penelitian. Cobain makanan ini itu di berbagai tempat dan ditemani dengan teman dan kerabat yang berbeda.

Saat-saat yang paling sulit adalah pas nge draft skripsi sampai akhirnya di acc dan bikin makalah seminar. berkali-kali nangis, stres, makan terus hanya karena pengen mood jadi lebih baik. Untungnya banyak banget yang ngedukung, *bukan pasangan *gapunya pasangan *udah gitu aja.

and the moment was coming, SEMINAR. Pagi-pagi ke kampus dianterin isti karena barang bawaan setumpuk. masa-masa deg degan pun terlewati dan akhirnya jadi sarjana seminar di tanggal 28 Maret 2014.

me, isti, kiki

maya, me, elvina

isti, me, dila
Meskipun setelah seminar dibully secara verbal sama asistennya pak dosen ps, perasaan saya lebih sedikit plong. Kuncinya saya gapernah memendam masalah yang saya hadapi sendiri. Saya selalu cerita sekecil apapun itu, karena kondisinya memang mengharuskan saya buat nggak stres. Beruntungnya banyak temen-temen yang mau jadi pendengar cerita saya. 

Finally setelah bolak balik revisi ke kampus Gunung Gede, urus administrasi ini itu akhirnya tanggal 25 April 2014 saya ujian skripsi alias sidang. Beruntungnya saya, punya ibu Ida yang berbaik hati memilihkan dosen penguji yang baik hati. Beruntungnya saya, punya dosen ps yang sangat mengerti saya dan memudahkan jalan saya menuju ujian sidang kala itu. Beruntungnya saya, punya Allah Swt yang senantiasa memudahkan segala urusan saya.
All of you were supporting me, really

Also love you guys, chit chat mate

I also proud to be part of B'Hero team

The gift

terima kasih banyak untuk mawar, B'Hero Team, Dila, Ninid, Tika, Afi, Arum yang udah ngasih hadiah pasca sidang. Ga lupa juga makasih buat Isti yang nganterin ke kampus plus nganterin pulang ke rumah dan nemenin sepanjang hari. Pas keluar ruang sidang waktu itu rasanya seperti terlahir kembali. Bahagia, plong, walau revisian setumpuk. 

Revisi skripsi terhambt dan menjadi lama (2 minggu) gara-gara pulang mudik ke rumah dan bapak dosen tercinta yang plesiran ke negeri tirai bambu. Sadar kalau kuota wisuda semakin menipis, akhirnya saya cepet-cepetin revisiannya. Yang biasanya sering main, jadi diem terus di kostan. Yang biasanya tiap pagi atau sore lari pagi, jadi jarang lari karena engen hemat energi. Semua ada pengorbanannya, sampai akhirnya tumbang 2 hari. Berhubung saat itu kekebalan tubuhnya sedang luar biasa dahsyat, sakitnya gak lama.

Revisian selesai pada hari senin tanggal 12 Mei 2014. Setelah selesai ditandatangani, skripsi yang berharga itu saya serahkan ke sekret departemen. Bahagianya saya dapet ucapan selamat dan jabat tangan dari Ibu Ida. Wah, inikah rasanya. Plong yang benar-benar plong. Beda rasanya seperti setelah sidang. Saya mengurus kelengkapan administrasi saya dan bolak balik sekret departemen, TU FEM, perpustakaan LSI da rektorat. Alhamdulillah selesai dalam satu hari. Selama perjalanan bolah balik itu saya seneng banget karena disemangatin sama ocha, ines, dian and friends. makin semangat jadinya. Beruntungnya saya, punya bapak kaur TU fakultas yang luar biasa ramah dan baik. Hari itupun surat tanda kelulusan sudah ada di tangan.

Tanggal 13 Mei saya daftar wisuda. Awalnya takut gak kebagian kuota, tapi ternyata masih ada. Alhamdulillahirobbil alamin. 

Tanggal 25 Juni 2014 menjadi hari yang bersejarah buat saya. Akhirnya wisuda juga. Saatnya menepati janji yang terpatri empat tahun yang lalu. 

finally finally finally

thanks to Allah SWT, parents, family, and all of my friend.





Sabtu, 31 Mei 2014

MENTAL

          Cukup sedih, eh salah, sangat sedih setelah ngeliat banyak tweet bertebaran semalem. Awalnya aku sih mau ngeretweet ucapan selamat buat fakultas aku yang udah jadi juara umum OMI 2014. Tapi ternyata setelah beberapa lama banyak tweet war yang bertebaran dan menggila di twitter. Awalnya kesel sih, tapi lam-lama diperhatiin malah bikin ketawa. Bukan karena yang djelek-jelekan atau disindirnya itu adalah fakultas aku sendiri, tapi pengen ketawa aja ngeliat kelakuan mereka yang ga mencerminkan diri mereka. Hal yang bisa dilakuin ya menghindari suasana yang semakin panas itu. 
      Yang namanya orang lagi on fire (dalam arti yang sebenarnya), apapun bakalan dilakuin tanpa memerhatikan logika, perasaan yang ada saat itu pasti diluapkan tanpa ada filter. Kalo kita ngadepin hal kaya gitu ya sebaiknya menghindar aja. Kalaupun kita ngasih saran, apalagi kritik, boro-boro ditanggepin, malah bakalah jadi bahan caci dan maki mereka. 
           Miris juga merhatiinnya, ada yang caci maki secara terang terangan, ada yang nyindir secara terang-terangan juga. Sebenernya apa yang dipengenin sih? Sebagai orang yang netral, istilahnya udah jadi alumnus, aku sih bingung.
           Sepertinya disini ada aktor dibalik semuanya. Ada yang merasa kurang puas dengan pencapaian hasil dari acara tersebut dan mengkambinghitamkan salah satu pihak dan memprovokasi pihak lain untuk sama-sama melawan pihak yang dikambinghitamkan. Simple as that. Please, kita udah jadi "Maha" siswa. Maha nya para siswa yang ada di Indonesia. Jangan sampai kelakuan kita sama kayak yang ga pernah sekolah! Hanya karena hal yang sepele, kita menjelek-jelekkan pihak lain dan menggalang masa untuk sama-sama melawannya. Childish!
          Hei, tolong banget banget banget. Watch your act. Please, kalo masalah di lapangan, selesein di lapangan, gausah dibawa-bawa ke media sosial. Sekarang, semua bentuk pertandingan udah ga ada lagi kan, so jangan buat pertandingan baru di media sosial.