LIFE REPORT

LIFE REPORT

Sabtu, 26 Juli 2014

Tipe Temen Versi Aku

Terinspirsi dari gambar yang tersebar di path, saya pengen nulis tentang tipe temen versi saya. Selama 22 tahun, saya udah mengenal beberapa tipe temen.

Pertama, tipe temen yang cuek. Untuk hal ini saya sering sih nemuin temen yang karakternya cuek. Mulai dari cuek dalam hal penampilan, cuek untuk tidak bergosip, dan cenderung apatis sama hal-hal yang dianggapnya kurang penting. Berhubung saya kuliah di IPB yang nggak ngota banget, wajar aja kalo mahasiswanya berpenampilan yang cenderung cuek dan ga seperti mahaiswa di perguruan tinggi lain. It's oke laaaah. fashion is democracy. Wear the things that makes you comfort. 

Kedua, tipe temen perhitungan. Untuk yang satu ini, perhitungannya dalam banyak hal. Misalnya perhitungan dalam masalah uang, perhitungan saat minta tolong, dan sebagainya. Sebenernya kalo perhitungan dalam hal uang sih wajar ya. Kalo nggak, ntar ditagih di akhirat gimana? berabe toh? yang paling sering sih perhitungan minta tolong. "gamau nolongin ah, dia mah ke aku juga gapernah nolongin". "nanti kamu kasih/kirim bablababla ke aku yaaa, ntar aku juga bakalan kasih/kirim ke kamu". Harusnya sih harusnya kalo mau nolong mah ya nolong aja. Kalo ga dibales sama yang minta tolong, pasti bakalan dibales sama Allah SWT kok, percaya. Asalkan ikhlas.

Ketiga, tipe temen super rempong. kalo tipe ini sih tipe aku bangeeeeet hahahaha. Biasanya nih kalo yang tipe ini tuh selalu meras kurang puas terhadap sesatu. Jadi, mereka akan prepare seeee komplit mungkin supaya apa yang mereka pingin itu bisa terlaksna sempurna. Negatifnya sih nyusahin diri sendiri dan bisa bisa nyusahin orang hehehe. Positifnya sih orang tipe kaya gini tuh punya persiapan yang matang terhadap sesuatu dan bisa memperkirakan kebutuhan atau kemungkinan yang bisa terjadi. Elaaaaaaa.

ini sih versi aku, kamu????? (ANM, 2014)


Rabu, 09 Juli 2014

Munajat Cinta???

Ya Allah SWT, aku hanya manusia biasa
Aku bukan wanita yang setiap saat berdzikir pada-Mu
Aku bukan wanita yang telah menyempurnakan auratku
Aku bukan wanita yang sempurna dalam bertutur kata maupun bertingkah laku

Tapi Ya Allah SWT, aku meminta pada-Mu
Berikan aku imam terbaik untukku
Berikan aku pendamping hidup yang Kau anggap baik untukku

Ya Allah SWT, aku tahu diri
Bukan imam baik rupa yang aku harapkan
Bukan imam yang bergelimangan harta yang aku inginkan
Aku hanya meminta imam terbaik yang Kau pilihkan untukku kelak

Ya Allah SWT, aku hanyalah makhluk-Mu yang lemah
Tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan dan rahmat dari-Mu
Berilah aku petunjuk untuk mencapai keridhoan-Mu
AAAMIN YAA ROBBAL ALAMIN

Sabtu, 05 Juli 2014

Finally


Finally, sekarang saya udah jadi alumni IPB. Akhir bulan kemarin jadi peristiwa bersejarah dalam hidup saya, karena empat tahun yang lalu, di bulan yang sama, saya duduk untuk pertama kali di gedung graha widya wisuda dan berjanji dalam hati bahwa kelak empat tahun yang akan datang, saya akan duduk di gedung ini dengan mengenakan toga tanda kelulusan saya. In sha Allah janji itu saya tepati.

Perjuangan buat dapetin itu semua ga gampang. Mulai dari matrikulasi yang horor, masa tingkat persiapan bersama yang penuh dengan shocking therapy, masa-masa di  agb dengan segala dinamikanya, dan the amazingly skripsi yang bikin ga enak makan sekaligus susah tidur. Setelah semuanya terlewati, kenapa jadi kangen saat-saat itu ya? Aneh

Berawal dari survei tempat buat penelitian. Pada salah satu jumat pagi di bulan Desember, saya dengan nekatnya pergi sendirian ke Pangalengan. Niatnya pengen memastikan apakah penelitian saya itu bisa dilakukan apa nggak. Akhirnya pas nyampe disana, saya langsung betah banget. Udaranya dingin sedingin di rumah saya. Orang-orangnya ramah pula. Ah jadi semangat deh!

Setelah Proposal rampung, akhirnya di akhir bulan Januari saya mulai penelitian. Lumayan melelahkan sih karena saya musti bolak-balik ke Pangalengan. Yang jadi pelipur lara adalah wisata kuliner setelah penelitian. Cobain makanan ini itu di berbagai tempat dan ditemani dengan teman dan kerabat yang berbeda.

Saat-saat yang paling sulit adalah pas nge draft skripsi sampai akhirnya di acc dan bikin makalah seminar. berkali-kali nangis, stres, makan terus hanya karena pengen mood jadi lebih baik. Untungnya banyak banget yang ngedukung, *bukan pasangan *gapunya pasangan *udah gitu aja.

and the moment was coming, SEMINAR. Pagi-pagi ke kampus dianterin isti karena barang bawaan setumpuk. masa-masa deg degan pun terlewati dan akhirnya jadi sarjana seminar di tanggal 28 Maret 2014.

me, isti, kiki

maya, me, elvina

isti, me, dila
Meskipun setelah seminar dibully secara verbal sama asistennya pak dosen ps, perasaan saya lebih sedikit plong. Kuncinya saya gapernah memendam masalah yang saya hadapi sendiri. Saya selalu cerita sekecil apapun itu, karena kondisinya memang mengharuskan saya buat nggak stres. Beruntungnya banyak temen-temen yang mau jadi pendengar cerita saya. 

Finally setelah bolak balik revisi ke kampus Gunung Gede, urus administrasi ini itu akhirnya tanggal 25 April 2014 saya ujian skripsi alias sidang. Beruntungnya saya, punya ibu Ida yang berbaik hati memilihkan dosen penguji yang baik hati. Beruntungnya saya, punya dosen ps yang sangat mengerti saya dan memudahkan jalan saya menuju ujian sidang kala itu. Beruntungnya saya, punya Allah Swt yang senantiasa memudahkan segala urusan saya.
All of you were supporting me, really

Also love you guys, chit chat mate

I also proud to be part of B'Hero team

The gift

terima kasih banyak untuk mawar, B'Hero Team, Dila, Ninid, Tika, Afi, Arum yang udah ngasih hadiah pasca sidang. Ga lupa juga makasih buat Isti yang nganterin ke kampus plus nganterin pulang ke rumah dan nemenin sepanjang hari. Pas keluar ruang sidang waktu itu rasanya seperti terlahir kembali. Bahagia, plong, walau revisian setumpuk. 

Revisi skripsi terhambt dan menjadi lama (2 minggu) gara-gara pulang mudik ke rumah dan bapak dosen tercinta yang plesiran ke negeri tirai bambu. Sadar kalau kuota wisuda semakin menipis, akhirnya saya cepet-cepetin revisiannya. Yang biasanya sering main, jadi diem terus di kostan. Yang biasanya tiap pagi atau sore lari pagi, jadi jarang lari karena engen hemat energi. Semua ada pengorbanannya, sampai akhirnya tumbang 2 hari. Berhubung saat itu kekebalan tubuhnya sedang luar biasa dahsyat, sakitnya gak lama.

Revisian selesai pada hari senin tanggal 12 Mei 2014. Setelah selesai ditandatangani, skripsi yang berharga itu saya serahkan ke sekret departemen. Bahagianya saya dapet ucapan selamat dan jabat tangan dari Ibu Ida. Wah, inikah rasanya. Plong yang benar-benar plong. Beda rasanya seperti setelah sidang. Saya mengurus kelengkapan administrasi saya dan bolak balik sekret departemen, TU FEM, perpustakaan LSI da rektorat. Alhamdulillah selesai dalam satu hari. Selama perjalanan bolah balik itu saya seneng banget karena disemangatin sama ocha, ines, dian and friends. makin semangat jadinya. Beruntungnya saya, punya bapak kaur TU fakultas yang luar biasa ramah dan baik. Hari itupun surat tanda kelulusan sudah ada di tangan.

Tanggal 13 Mei saya daftar wisuda. Awalnya takut gak kebagian kuota, tapi ternyata masih ada. Alhamdulillahirobbil alamin. 

Tanggal 25 Juni 2014 menjadi hari yang bersejarah buat saya. Akhirnya wisuda juga. Saatnya menepati janji yang terpatri empat tahun yang lalu. 

finally finally finally

thanks to Allah SWT, parents, family, and all of my friend.





Sabtu, 31 Mei 2014

MENTAL

          Cukup sedih, eh salah, sangat sedih setelah ngeliat banyak tweet bertebaran semalem. Awalnya aku sih mau ngeretweet ucapan selamat buat fakultas aku yang udah jadi juara umum OMI 2014. Tapi ternyata setelah beberapa lama banyak tweet war yang bertebaran dan menggila di twitter. Awalnya kesel sih, tapi lam-lama diperhatiin malah bikin ketawa. Bukan karena yang djelek-jelekan atau disindirnya itu adalah fakultas aku sendiri, tapi pengen ketawa aja ngeliat kelakuan mereka yang ga mencerminkan diri mereka. Hal yang bisa dilakuin ya menghindari suasana yang semakin panas itu. 
      Yang namanya orang lagi on fire (dalam arti yang sebenarnya), apapun bakalan dilakuin tanpa memerhatikan logika, perasaan yang ada saat itu pasti diluapkan tanpa ada filter. Kalo kita ngadepin hal kaya gitu ya sebaiknya menghindar aja. Kalaupun kita ngasih saran, apalagi kritik, boro-boro ditanggepin, malah bakalah jadi bahan caci dan maki mereka. 
           Miris juga merhatiinnya, ada yang caci maki secara terang terangan, ada yang nyindir secara terang-terangan juga. Sebenernya apa yang dipengenin sih? Sebagai orang yang netral, istilahnya udah jadi alumnus, aku sih bingung.
           Sepertinya disini ada aktor dibalik semuanya. Ada yang merasa kurang puas dengan pencapaian hasil dari acara tersebut dan mengkambinghitamkan salah satu pihak dan memprovokasi pihak lain untuk sama-sama melawan pihak yang dikambinghitamkan. Simple as that. Please, kita udah jadi "Maha" siswa. Maha nya para siswa yang ada di Indonesia. Jangan sampai kelakuan kita sama kayak yang ga pernah sekolah! Hanya karena hal yang sepele, kita menjelek-jelekkan pihak lain dan menggalang masa untuk sama-sama melawannya. Childish!
          Hei, tolong banget banget banget. Watch your act. Please, kalo masalah di lapangan, selesein di lapangan, gausah dibawa-bawa ke media sosial. Sekarang, semua bentuk pertandingan udah ga ada lagi kan, so jangan buat pertandingan baru di media sosial. 

Jumat, 04 April 2014

SEKILAS

"Jabat tanganku, mungkin untuk yang terakhir kaliKita berbincang tentang memori di masa ituPeluk tubuhku usapkan juga air matakuKita terharu seakan tidak bertemu lagi
Bersenang-senanglahKar'na hari ini yang 'kan kita rindukanDi hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depanBersenang-senanglahKar'na waktu ini yang 'kan kita banggakan di hari tua

Sampai jumpa kawankuS'moga kita selaluMenjadi sebuah kisah klasik untuk masa depanSampai jumpa kawankuS'moga kita selaluMenjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan"
Lirik lagu di atas kok apa banget ya -__-' karena memang sangat cocok buat kondisi saat ini. Saat satu persatu teman-teman tersayang lulus.
Untuk dua tahun setengah ini, saat ada di dalam kelas agribisnis 47, banyaaaaak banget suka dukanya. Selama itu pula aku sahabatan sama si Istiqomah Nurfitri. Waktu masih di tpb sih udah kenal juga, cuman ga sedeket sekarang. 
Awal kenal, biasa sih, aku masih jaim, dia? gatau hahahaha. Pokoknya dulu itu waktu awal masuk kelas agb, aku sama dia barengan terus. Karena kebiasaan berangkat pagi, jadinya aku yang selalu ngetag tempat duduk buat dia. Kadang-kadang dia datengnya agak pagian, sebelum dosen masuk. Kadang banyaknya, dia selalu dateng pas dosennya udah dateng duluan. Aku jadi merasa bersalah gimanaaaa gitu sama yang lain yang belum dapet tempat duduk. Tapi yah mau gimana lagi, dan anehnya gapernah kesel, cuman suka usil aja ngomelin dia. 
Keinget waktu aku sakit typus. Waktu itu dia yang paling getol jengukin. Maklum banget sih, soalnya waktu itu aku belom akrab sama semua orang di kelas, jadi ya ga semua orang  tau aku sakit. Kalo jenguk, bawain buah lah, bawain si cepek (biar rame), bawain si enyak (biar tambah rame) walaupun cuman numpang makan doang. Waktu itu bener-bener lagi down banget kaaan, ngurusin surat ijin sakit aja dibantuin sama dia. Ih kalo diinget-inget kok suka jadi sedih yah. Padahal dia juga punya masalah dan urusannya sendiri, kok masih sempet-sempetnya ngurusin aku :'(
pas semester 4 ituuuu, temen deketnya nambah 2, ada kiki sama dila. Kalo ngumpul, makan bareng, belajar bareng, jadi banyakan. Kadang sifat childish aku muncul kalo lagi badmood, yaaaaaa istilahnya gamau temen aku direbut orang. Tapi yaaaa seiring dengan berjalannya waktu, makin kesini aku makin sadar kok, ga bakalan ada rebut-rebutan temen. Mungkin karena aku udah terlalu nyaman ya, jadinya aku gamau kehilangan momen sedikitpun sama dia. Anehnya, meskipun sifat buruk aku itu muncul, tapi mereka selalu ngerti dan itu yang bikin aku malu sama diri sendiri. Aku gatau mulainya dari kapan, yang pasti aku udah buang jauh-jauh sifat buruk itu dan selalu berusaha ngertiin mereka dalam kondisi apapun.
Jadi ceritanya aku sama isti ini lahir di bulan yang sama, shio yang sama, zodiak yang sama bahkan golongan darah yang sama, tapi ternyata sifat kita ga sama. Hal itu yang aku syukuri. Seandainya dia punya sifat yang sama kayak aku, kayanya ga mungkin deh kita temenan sampai saat ini.
Aku termasuk orang yang jarang cerita masalah pribadi ke orang lain, ga percayaan sama orang lain. Isti salah satu orang yang sering ceritain, mulai dari hal penting sampe yang sepele banget. Kalo diibaratin sosial media, bisa dibilang, aku suka spamming gitu deh sama dia hahahaha. Dia selalu ngasih respon normatif sih. Tapi seneng sih, berarti dia tidak selalu memposisikan aku di pihak yang benar. Karena emang aku juga kadang ada di pihak yang salah. Dia juga seriiing cerita-cerita masalah temennya, keluarganya, atau yang lainnya, tapi dia jarang ngomongin tentang lawan jenis. Meski dia gapernah berterus terang soal itu, aku tau kok dia sebenernya interest nya sama siapa.
Tanggal  1 April kemaren dia lulus. Ya Allah, dari hati yang terdalam sebenernya pengen nangis, tapi ga lucu kan banyak yang liatin. Yaampuuun, 2,5 tahun kuliah bareng ternyata ga lama yah. pas liat album foto, ternyata kita sering foto-foto gajelas gitu hehehehe.






And the day is your day, happy birthday istikuuuuuuu. Ga banyak yang bisa aku kasih. Semoga kamu makin disayang Allah SWT yaaaaaa, all the best for you. 

Rabu, 19 Maret 2014

Perjuangan? Oke

Akhir-akhir ini sering banget menemukan temen-temen seangkatan yang wara-wiri di medsos mencurahkan segala isi hatinya. ga jauh-jauh dari skripsi lah, ada yang pusing bikin proposal, riweuh penelitian, lagi ngedraft skripsi, ya begitulah. 

kebetulan jurusan dimana saya kuliah ini nggak mempelajari ilmu yang spesifik, kalo bisa dibilang malah campur-campur. Akan sangat wajar kalau topik skripsi dari kita ini berbeda-beda. Saya ngambil topik yang  orang yang bilang sih nggak agb banget karena topik skripsi saya ini berhubungan dengan perilaku konsumen. Banyak ocehan-ocehan yang lewat di telinga saya yang bilang kalau penelitian seperti ini hanya "ecek-ecek", it's ok. 

Saya bikin proposal penelitian ini sejak semester 6. Saya udah niatin dari awal kalau proposal ini akan saya pakai sampai tahap selanjutnya. Saya pun nggak peduli apa kata orang. Toh, alat analisis yang saya pakai, semuanya telah saya pelajari di perkuliahan. Penelitian mengenai perilaku konsumen pun saya hubungkan dengan produk agribisnis dan koperasi. Alhamdulillah sampai saat ini saya ga gentar dengan efek-negatif dari luar.

Mengenai perilaku konsumen, sebagai mahaiswa yang diajarkan dinamika pemasaran, tataniaga agribisnis, tentunya peneliatian yang berhubungan dengan perilaku konsumen sangat wajar apabila dilakukan. Perusahaan besar, baik perusahaan non agribisnis maupun agribisnis pun banyak yang melakukan penelitian perilaku konsumen. bahkan beberapa saat yang lalu saya juga ditawari meneliti perilaku konsumen produk agribisnis di perusahaan multi nasional. So????? 

Siapa bilang penelitian seperti ini ga butuh perjuangan? Kita sama-sama bikin proposal, sebar kuosioner, ngedraft, sama kan? Saya bahkan mewawancarai lebih dari seratus orang dalam seminggu, bolak-balik naik angkutan umum dari pagi buta sampai matahari tenggelam, nenteng tas dan goody bag berisi berlembar-lembar kuosioner dan bingkisan, sampai lupa jam makan. Sama saja kan perjuangannya? Sooo, jangan anggap sepele perjuangan orang lain. Mungkin perjuangan kita belum apa-apanya dibandingkan dengan orang lain lakukan. Jangan selalu menganggap diri kalian adalah orang yang paling menderita ataupun lelah karena perjuangan, karena diluar sana masih banyak yang usahanya melebihi perjuangan kalian. (ANM)

Sabtu, 01 Maret 2014

Kamu (jamak) Harus Tahu

Pernah ada yang bilang suka ke saya, tapi karena saya ga punya perasaan yang sama, saya menjauh. Apa itu salah? Pernah juga ada yang bilang suka ke saya, lalu saya bilang dengan tegas bahwa saya sedang menyukai orang lain. Apa itu juga salah juga?

Saya sadar, saya memang sering melakukan hal pertama yang tadi saya sebutkan. Saya juga sadar efek yang akan saya terima di kemudian hari. Saya yakin orang-orang itu tidak akan rela dengan cepat, mungkin ada yang ikhlas menerimanya tapi mungkin juga ada yang sampai membenci saya. Saya sudah siapkan mental itu.

Ga ada yang salah dengan perasaan suka  terhadap orang lain. Tapi akan salah apabila yang bahagia karena rasa sayang itu hanya satu pihak, bukan kedua-duanya. Alangkah lebih baik memberikan ketegasan di awal walaupun menyakitkan.

Kayanya udah banyak yang komplain, ah saya ini pemberi harapan palsu atau apalah. Dicuekin salah, dikasih perhatian dibilang memberi harapan. Jadi harus seperti apa? Saya juga bingung. Asal kalian tahu, saya mau bersikap normal dan ingin kalian membuka pintu maaf yang sebesar-besarnya untuk saya. Udah itu aja. (ANM)